Ulasan Pertanyaan Terkait Hukum Qurban dan Lainnya

By / September 9, 2017 / Kesehatan Tubuh

Mendekatkan diri kepada Allah SWT bisa dilakukan dengan banyak-banyak beribadah. Selain waktu menjadi bermanfaat, maka Allah SWT pun akan memberikan banyak pahala dan keberkahan dalam kehidupan hingga ke akhirat. Salah satu ibadah yang akan banyak memberikan pahala adalah ibadah kurban yang dilakukan di hari raya Idul Adha. Bagi Anda yang berencana berkurban di tahun ini, pasti sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan mulai mencari-cari hewan kurbannya.

 

Namun meski ibadah kurban ini sudah dilakukan selama berabad-abad, ternyata masih banyak juga pertanyaan terkait ibadah ini yang masih diperdebatkan di kalangan masyarakat. Mungkin di antara Anda pun masih banyak yang memiliki pertanyaan serupa. Untuk menjawab semua pertanyaan itu, maka berikut ini beberapa ulasannya:

 

  1. Bagaimana hukum qurban yang sebenarnya, apakah wajib atau sunnah?

Hukum berkurban memang pada dasarnya tidak wajib namun hukumnya adalah sunnah muakkadah. Sunnah muakkadah berarti sunnah yang nyaris wajib. Hal ini lantaran selama 9 tahun terakhir hidup Rasulullah SAW, beliau selalu melaksanakan kurban setiap tahunnya. Padahal jika menilik sejarah, Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat miskin dan sederhana namun tetap berusaha untuk bisa melaksanakan ibadah kurban. Hal inilah yang menjadikan hukum berkurban adalah sunnah yang dianjurkan.

 

  1. Siapa saja yang harusnya berkurban?

Semua umat Islam memang seharusnya berkurban. Syaratnya adalah muslim, baligh, dan mampu. Mampu di sini bukan hanya muslim yang kaya saja, melainkan semua umat muslim yang cukup makan, minum, pakaian dan berteduh selama 4 hari dari tanggal 10 Dzulhijjah hingga habis hari tasyrik dan masih sisa harta minimal seharga seekor domba, maka sudah bisa jatuh hukum sunnah berkurban.

 

  1. Saya sudah berkurban tahun lalu, apa tahun ini juga harus berkurban lagi?

Banyak pemahaman masyarakat keliru terkait hal ini dimana berkurban itu hanya untuk sekali saja seumur hidupnya. Namun hal ini sesungguhnya salah karena Idul Adha datang setiap tahunnya dan setiap tahun, muslim yang mampu disunnahkan untuk selalu berkurban.

 

  1. Saya sudah berkurban tahun lalu dan untuk tahun ini saya akan berkurban atas nama istri, bolehkah?

Boleh saja. Namun juga harus diingat jika Anda dan istri sama-sama sudah baligh, muslim dan mampu, maka juga tetap dikenakan kewajiban dalam berkurban. Meski memang ada ketentuan minimal yaitu satu rumah satu hewan kurban, namun alangkah baiknya jika semua anggota keluarga bisa berkurban.

 

Itulah beberapa pertanyaan dan ulasan terkait ibadah kurban. Mungkin banyak di antara Anda yang memiliki pertanyaan yang serupa sehingga kini sudah mengetahui jawabannya. Jika masih ada pertanyaan lain seputar kurban, ada baiknya langsung bertanya pada ustadz atau ulama sehingga jawabannya tidak simpang siur.

About Author

Sains

Back to Top